Crochet 101

All About Yarns

Okeeh, saatnya membahas all about yarns. Yarn, alias benang, merupakan benda pokok yang wajib kudu mesti harus ada dan siap sebelum memulai crochet project. Sekian banyaknya produk benang yang beredar di dunia sana dengan ribuan paduan warna yang bikin ngiler, memang terkadang bikin stress. Hahaha. Tapiiii — sebelum mulai kalap bergelut dengan benang, ada baiknya untuk mempelajari jenis-jenis benang.

Saya juga masih terus belajar tentang fiber art dan benang. Sedikit curi start, karena tangan saya sudah dilatih sejak 2002 untuk mengenali berbagai tekstur permukaan tulang, pottery, dan juga tanah — hal penting dalam arkeologi, yang ternyata masih kepake di dunia perbenangan. Yap, mengenali bahan benang yang paling enak adalah dengan menyentuh dan meraba-raba. Hmm…. agak saru, ya. LOL. Tapi teknik palpasi ini sangat ampuh dan akurat, sehingga tangan pun terbiasa dengan berbagai tekstur benang.

Satu hal lagi yang saya catat dalam dunia perbenangan: benang itu sedikit banyak memiliki perbedaan tergantung dari bahan apa dan di mana dia diproduksi. Dahulu saat saya baru mulai kembali merambah dunia perbenangan, setiap habis nonton Youtube dan pengen bikin project yang sama, saya tidak pernah menemukan padanan benang yang sama di Indonesia. Crap! Tapi bukan berarti project terus gagal dan ga jadi. Kompromi adalah hal penting dan sangat berguna. Please, ladies…. mohon dicatat bahwa benang produksi lokal Indonesia tidak sama dengan merk-merk luar negeri seperti Red Heart, Caron, Lion Brand, Stylecraft, dll. Setiap benang punya keunikan masing-masing. Oleh karena itu, kembali kepada kita masing-masing yang harus kreatif dan mengerti benang jenis apa yang nyaman digunakan di Indonesia dan yang sesuai dengan projectnya. Kenapa saya tekankan hal ini? Curhat dikit: karena beberapa kali customer “protes” bahwa benang yang dibeli tidak sesuai dengan project seperti yang dia tonton di Youtube. WADOH! Nah, hal ini tentu saja sama sekali di luar tanggung jawab saya. Catatan lagi (untuk yang protes-protes…): silakan merujuk pada toko benang yang spesialisasinya benang impor untuk mencari benang yang sama dengan yang ada di Youtube. Tentunya harganya sesuai dengan merk masing-masing yaaa, dan ehm, tolong jangan juga protes kenapa benang impor mahal. Hihihihi, itu sudah pasti. Hmm, kasus ini nampak konyol dan ngga penting saya cantumkan, ya? Tapi saya pikir hal ini penting untuk dibahas dan dicatat juga untuk masing-masing crafter/crocheter/knitter.

Hanya dengan bermodal keyakinan saya bahwa seluruh video di Youtube pasti bisa dikerjakan dengan menggunakan benang lokal membuat saya mulai mempelajari seluk beluk tekstur dan jenis benang yang beredar di Indonesia. And guess what? I was right! Meskipun proses belajar ini memerlukan koleksi jenis benang dan waktu yang tidak instan. Ingat: TIDAK INSTAN!

Artikel ini akan sangat panjang sekali, oleh karena itu saya men-design bagian ini ke dalam beberapa bagian yang bisa dibuka-tutup agar nyaman membacanya. Silakan klik pada masing-masing topik tulisan tentang benang, dan selamat membaca! 🙂

Jenis-Jenis Benang yang Umum di Indonesia

Jenis-jenis benang di Indonesia menurut saya standarnya tidak sama dengan benang yang beredar di luar negeri. Meskipun demikian, sebenarnya mereka adalah sama, hanya istilahnya saja yang berbeda. Untuk mengenai jenis dan ukuran benang bisa saja dilakukan dengan menggunakan alat ukur ketebalan benang (gauge tool). Namun, sementara ini, daftar yang saya sediakan di bawah adalah berdasarkan pengamatan dan percobaan selama beberapa tahun terakhir.

Secara umum, crafter Indonesia mengenal dua jenis ukuran benang: “biasa” dan “big ply”. Istilah “big ply” yang merupakan varian dari benang berukuran “biasa” yang umumnya berukuran “lebih besar”. Sementara benang “biasa” adalah benang yang ukurannya lebih langsing. Sialnya memang Indonesia tidak membudayakan ukuran benang seperti yang sudah disetujui secara internasional (bisa dibaca di tab selanjutnya tentang UKURAN BENANG). Tenang, tenang! Hal ini tidak merupakan suatu hambatan! Hehehehe.

Selain itu, ada dua jenis benang berdasarkan warnanya: polos dan sembur (variegated, multi-coloured). Ada lagi yang jenisnya burik (berbintik-bintik) dan —- glittered.

Daftar berikut merupakan secuwil panduan atau acuan mengenai benang-benang yang umum beredar di Indonesia. Beberapa nomor terakhir adalah benang-benang yang beredar di seluruh dunia:

  1. Katun biasa (polos dan sembur): Benang katun adalah benang dengan tekstur yang ringan sehingga cocok untuk diaplikasikan membuat project rajutan apa saja. Anda bisa membuat pakaian, taplak, selimut, doily, baby stuff, dll. Benang ini cocok digunakan dengan hakpen berukuran 2.25-3.5 mm. Produk yang biasa dihasilkan dengan menggunakan benang ini adalah pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll.
  2. Soft cotton: Benang ini berukuran sama dengan katun biasa, namun teksturnya lebih lembut, halus, dan sedikit berkilap. Soft cotton sangat cocok untuk project-project yang berkaitan dengan produk bagi bayi atau anak kecil. Sangat cocok pula untuk membuat syal lembut dan halus, taplak, doily, atau lainnya. Nyaman digunakan dengan hakpen berukuran 2.25-3.5 mm
  3. Katun big ply: Benang ini secara umum teksturnya sama dengan katun biasa, namun ukuran benangnya lebih besar. Produk yang biasa dihasilkan dengan menggunakan benang ini adalah pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll. Benang jenis ini sesuai untuk orang-orang yang suka project besar atau biar projectnya cepat selesai.
  4. Soft cotton big ply: Benang ini adalah varian dari soft cotton, dengan ukurannya yang lebih besar. Benang jenis ini juga sesuai untuk orang-orang yang suka project besar atau biar projectnya cepat selesai.
  5. Nilon: Benang yang berkilat, bertekstur kokoh, kaku, dan padat. Sangat cocok untuk membuat tas, keranjang, alas piring, tutup galon, dll.
  6. Polyester: Benang ini sering digunakan sebagai alternatif dari nilon. Teksturnya sedikit kokoh namun tidak begitu kaku layaknya nilon. Dapat digunakan untuk membuat tas, keranjang, alas piring, taplak meja, dompet, clutch, tutup galon, dll.
  7. Rayon: Benang berukuran lace yang pilinannya sangat tipis dan kecil, khusus untuk orang dengan kesabaran tinggi (bukan saya….). Bahannya adem, halus, dan jatuh. Cocok untuk membuat pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll.
  8. Lace: Khusus untuk orang-orang yang sabaaaar banget dan suka sekali dengan benang jenis kecil. Teksturnya hampir sama dengan katun biasa. Biasa digunakan untuk membuat bordir, border/tepian, taplak meja, doily, bed spread, dll.
  9. Katun Jepang: pakaian dewasa/bayi, syal, selimut, tas, sepatu, kaos kaki, taplak meja, alas piring, amigurumi, dll. Teksturnya hampir mirip sama katun big ply, cuma lebih halus dan lembut, seperti Soft Cotton Big Ply.
  10. Kasmilon: Ehm, saya kurang paham bahan dasarnya apa saja, tapi hampir yakin ada campuran akriliknya. Benang ini terkadang bertekstur halus dan berkilat (bukan glitter), sangat nyaman untuk digunakan membuat pakaian. Harganya cukup mahal, jadi sayang kalo cuma dipake bikin aksesoris. Mendingan sekalian bikin baju, jrenggg.
  11. Akrilik:  (tba)
  12. Cashmere: (tba)
  13. Merino: (tba)
  14. Wool: (tba)

Saya terus terang akan selalu menyarankan untuk jangan berhenti mencoba berbagai macam jenis benang. Sebab, cuma dengan itu, tangan kita akan biasa dalam membedakan tekstur dan kegunaan serta kecocokan masing-masing benang. Contoh: sesuai dengan panduannya, benang lace katanya hanya digunakan untuk doily/taplak. Oh well, saya berpendapat lain tuh…. saya jujur aja lebih suka pake soft cotton daripada lace. Tuh kaaan. Yuk yuk, rajin-rajin mencoba… 🙂

Acuan Ukuran Benang Internasional
Berikut listnya:
Benang ukuran 0 (enol — hehe) ini adalah benang yang tipissssss banget. Salah satu contohnya adalah benang lace. Nah, benang ini cucok banget dirajut pake hakpen yang steel/aluminum berukuran mini-mini: Steel 1.6-1.4 mm. Perusahaan yang namanya Tulip, Co, Ltd. yang berpusat di Jepang ngeluarin satu set hakpen untuk lace ajah. Benang ini juga dikenal dengan nama Fingering, 10-count crochet thread. Jadi kalo liat ada benang fingering di pattern-pattern yang kamu dapetin di gugel, artinya, benang ukuran inilah yang direkomendasikan untuk dipakai.
Benang ukuran 1 ini dikenal juga dengan nama Sock, Fingering, Baby. Loh loh loh, kok sama ada fingering juga? Gimana ini??? Hehe, jangan khawatir. Itu artinya, kalo ga dapet benang ukuran 0 bisa diganti dengan benang ukuran 1, dan begitu juga sebaliknya. Tapi ingaaaaaaaat, jarumnya belum tentu bisa sama. *muuuah, bingung kan…. Makanya saya bilang misteri. Nah, benang ini cocok dipake dengan hakpen berukuran 2.25-3.5 mm. 
Benang ukuran 2, yaitu berukuran FINE cocok dipake dengan hakpen berukuran 3.5-4.5 mm. Yuk, nama lainnya Sport, Baby. Benang ini cucok untuk bikin barang-barang lembut.
Contoh produknya di KuCrochet Yarn Shop adalah: Katun Big Ply dan Soft Cotton Big Ply.
Benang ukuran 3, yaitu berukuran LIGHT cocok dipake dengan hakpen berukuran 4.5-5.5 mm. Nama lainnya DK, Light Worsted. Sayang skali produk kita ga ada nih, yang ini. Tapiiii, saya pernah coba benang model ini waktu di UK, and they feels awesooooooooome. Contohnya banyak di merk benang Stylecraft UK. Monggo di gugel. Hehe.
Benang ukuran 4, yaitu berukuran MEDIUM cocok dipake dengan hakpen berukuran 5.5-6.5 mm. Nama lainnya Worsted, Afghan, Aran. Sayang skali produk kita ga ada nih, yang ini. Kayanya ini benang makin tebel yaa… Jujur, belom pernah nemu benang model ini di Indonesia yang tropis dan ga perlu-perlu amat sama pakaian yang tebel-tebel. Mungkin benang jenis bulky produksi Indonesia yaaa yang hakpennya mulai pake 7/0 atau 8/0.
Benang ukuran 5, yaitu berukuran BULKY cocok dipake dengan hakpen berukuran 6.5-9 mm. Nama lainnya Chunky, Craft, Rug. Hmm, saya sebenernya mencurigai bahwa benang bulky yang merupakan produksi Indonesia gak setebel bulky model ini di luar negeri.
Benang ukuran 6, yaitu berukuran SUPER BULKY cocok dipake dengan hakpen berukuran 9 mm and up. Nama lainnya Bulky, Roving. Ughhh, betapa cepatnya project kita kelar kalo benangnya ini. Again, belom pernah lihat ada di Indonesia. 😛 Video-video di youtube kayanya ada yang pernah pake benang model ini deh…
Kemasan Benang
Penting?
Well, bisa jadi. Bentuk kemasan benang yang beredar di seluruh dunia, bukan hanya sekedar metode packaging agar produk menjadi menarik dan menonjolkan warna yang dimiliki oleh benang tersebut.
Bagi saya pribadi, bentuk kemasan benang berkaitan erat dengan berapa banyak ruang yang harus saya siapkan untuk menyimpan benang-benang tersebut sampai akhirnya nanti digunakan, dan apakah bentuk kemasan benang tersebut akan menarik dalam displaynya. Selain itu, mengetahui istilah-istilah ini akan mempermudah Anda dalam mengenali macam kemasan benang-benang yang dijual di pasaran dunia.

Sumber: Foto 1Foto 2Foto 3Foto 4Foto 5Foto 6

HANK — adalah unit kemasan benang yang berbentuk seperti kepang rambut (lihat foto). Beberapa produk benang nilon dan benang jala di Indonesia menggunakan kemasan seperti ini. Benang yang dikemas dalam bentuk hank tidak dapat langsung dipakai karena benang belum digulung dengan baik, dan apabila langsung dipakai, maka benang akan cepat kusut dan bikin stress. Sebaiknya, benang dilepas dari kepangannya dan digulung menjadi bola atau cake. Untuk membaca lebih lanjut tentang kemasan hank, silakan langsung klik halaman Wikipedia ini.
SKEIN — Jenis kemasan ini umum ditemui pada berbagai merk benang. And nope, I do not like this packaging type, karenaaaa… gulungannya cenderung gede dan memakan tempat saat akan disimpan. Ditambah lain perputarannya tidak sefleksibel benang dalam kemasan cake. Personal preference, loh.. hehehe..
BALLS — Wah, ini jenis benang kegemaran para kucing di seluruh dunia. Bisa diglundungin, bisa diterkam, bisa digigit. Ada beberapa masa saat saya pun menggemari bentuk kemasan ini, dan ngebela-belain untuk ngegulung benang sendiri agar seragam semua dalam bentuk ball. Well, my mistake. Karena bentuk kemasan ini paling banyak memakan tempat saat penyimpanan. Ih, kita kan mau stok benang bergunung-gunung tapi bisa tetep rapi…. Repot doong…. But, then again, ada orang-orang yang menggemari bentuk kemasan ini. Once again, not a problem. 🙂 It’s just how you like it.
DONUT — Bentuknya jelas seperti donat, dengan lubang di tengahnya. Not the best packaging in my personal opinion, karena benang cenderung lebih gampang buyar gulungannya. But, it is a personal preference, jadi ya ngga masalah kalau ada orang yang lebih suka dengan jenis kemasan ini daripada yang lain. 🙂
CAKE — Jenis kemasan ini bentuknya bulat melingkar seperti satu loyang kue. Bentuk ini sangat ramah penggunaannya dan juga mempermudah penyimpanan benang, karena bentuknya yang simpel dan padat. Benang-benang dengan bentuk ini dengan mudah dapat ditumpuk antara satu dan lainnya, sehingga menghemat tempat jika dibandingkan dengan benang dalam kemasan lain. Ngeh ngga, kalo benang-benang produk KuCrochet Yarn Shop dikemas dalam bentuk ini? Supaya kita semua ngga repot menyimpannya di dalam lemari ataupun kontainer plastik. Untuk menggunakannya, benang dapat ditarik dari sisi dalam ataupun sisi luar dan kemasan akan tetap rapi.
CONE — Jenis kemasan ini adalah fix dari produsen/pabriknya. Di Indonesia, kemasan ini sering dijumpai pada beberapa merk katun dan nilon.

 

Leave a Comment

%d bloggers like this: