Crochet 101

Berapa Gulung Benang?

IMG_8297“Berapa gulung yang diperlukan?” merupakan pertanyaan umum dan lazim dilontarkan saat abis liat-liat Pinterest lalu memutuskan untuk memulai suatu project crochet. Menjawab pertanyaan ini adalah tricky banget kalo dilontarkan ke saya.

Kenapa?

Berdasarkan pengalaman saya yang belum seberapa ini, banyaknya benang yang akan dipakai adalah sangat bergantung pada beberapa hal, yaitu: motif, jenis benang, ukuran hook, ukuran project. Sialnya, tutorial-tutorial lucu di Pinterest banyak pake benang yang ukurannya kebanyakan beda sama yang beredar di Indonesia. Dulu, pas baru-baru keranjingan Pinterest, jumlah gulung benang yang harus disediakan adalah suatu kendala tersendiri. Barang yang kelihatannya gampang dan mudah (misal: selimut), dirajut dengan menggunakan Katun Big Ply, belum tentu sama jumlah total gulungannya sama yang tertera di pola tersebut.

Bagaimana cara memperkirakannya? Yap, matematika. APA???? MENGHITUNG!? SAYA MALAS, MBAK.. Well, kalo males menghitung dan hanya mau menggunakan ancer-ancer di internet, jangan salahin saya ya, kalo kurang… 😛 Hayoooo, mau belajar crochet jelas tidak bisa malas berhitung. Hampir wajib hukumnya untuk selalu menghitung.

Share nih yaa…. Pengalaman MALAS MENGHITUNG sempat melanda saya saat mau mulai mengerjakan Terra Incognita. Ohohooh, kata syapa saya ga males ngitung? Matematik selalu jadi musuh bebuyutan saya dari jaman SD dulu. Tapiii… simple counting really helps you dan terlebih lagi, sangat membantu saya untuk menentukan harga produk jadi yang akan dijual. Yang akan saya share kali ini adalah pengalaman menghitung keperluan jumlah benang untuk Terra Incognita. Saya sudah tau bahwa ukuran akhir yang menjadi target adalah 210×180 cm, dengan masing-masing square berukuran 10×10 cm.

  1. Nomor satu yang paling penting adalah jenis benang dan berapa panjangnya per gulung. 
    Pabrik benang di Indonesia TIDAK TERBIASA memberikan standar panjang benang pada kemasan. Lho, kok KuCrochet Yarn Shop ada ukurannya? Ngarang ya? Eits! Saya ngukur sendiri, khusus untuk kenyamanan customer-customer dooong. Hehehe, dan khusus untuk urusan menghitung banyaknya benang yang diperlukan ini.
  2. SANGAT PENTING JUGA untuk mulai membuat swatch, atau percontoh atas motif yang akan dibuat. 
    Metode ini gampang sekali diaplikasikan misalnya mengerjakan project selimut dengan granny square. Sesudah benang yang dibeli sampai, segera bikin satu blok granny sampai selesai. Gunting. Lalu bongkar lagi dan ukurlah panjang benang yang dipakai untuk membuat satu blok tersebut.
    Untuk pengerjaan scarf, syal, dan baju… gunakan metode gauge, yaitu mengukur per 10 cm atau per 5 cm atau per 15 cm, dsb., sesuai dengan kebutuhan. Jujur, saya PALING MALES untuk pake metode gauge. Jadi, biasanya saya cuma mengira-ngira saja. Monggo Google yaaaa metode gauge untuk crochet/knitting.
  3. INGAT: Motif padat butuh benang lebih panjang daripada motif lace!!!

Contoh aplikasi langkah-langkah di atas:

  1. Untuk Terra Incognita, saya menggunakan benang kasmilon yang per gulungnya rata-rata 199.92 meter.
  2. Sesuai percontoh, satu square ukuran 10×10 cm memerlukan 19.92 meter.
  3. Berhitung kasar, artinya saya akan menghasilkan 10 square dari satu gulung benang kasmilon tersebut. Ya kaaaan?
  4. Nah, ukuran selimut yang saya buat adalah 210×180 cm. Artinya saya butuh 21 square ke atas, dan 18 square ke bawah. Hitung luasnya! = 378 square. SAYA BUTUH 378 SQUARE.
  5. Kalau 1 gulung = 10 square, maka untuk bikin 378 square saya butuh 37.8 gulung kan? Bulatkan dooong, jadi 38 gulung. Lalu saya selalu tambahkan lagi 5 gulung untuk border. OKEH?
  6. Menggunakan metode ini, saya harus sediakan bahan sebanyak 43 gulung benang. SIP?? Order!

Hitungan saya akan LAIN LAGI HASILNYA kalau saya menggunakan Katun Big Ply yang panjang per gulungnya kurang lebih 165 meter. Yuk, dihitung sendiri! 🙂 Selalu PERHATIKAN keterangan PANJANG BENANG yang sudah disediakan di kemasan benang dari KuCrochet Yarn Shop. Mohon maaf, yang beli benang di toko lain dan ga dapet keterangan panjang benang per gulung, silakan mulai mengukur sendiri. 🙂

Beberapa project kecil bisa menggunakan metode kira-kira… Berikut ini adalah contohnya:

Syal/Scarf/Cowl

Awal mula merajut, saya sering sekali bikin project-project jenis ini. Sejauh ini, menggunakan benang apa pun (soft cotton, rayon, katun big ply) ngga akan habis lebih dari 5 gulung, kecuali jij mo bikin syal yang lebih panjang dari 200 cm. Terakhir bikin syal sepanjang 210 cm, dan memakai dua warna, saya habiskan 4 gulung: 2 hitam dan 2 abu-abu, pake Katun Big Ply.

Selimut Bayi/Dewasa

Again, masi pake Katun Big Ply, saya habis kan 5-6 gulung benang (lupa), pake 2 warna (lagi) dengan motif Simple Stitch Tunisian. Rekor dipegang oleh selimut dewasa yang sedang saya kerjakan, kayanya udah abis lebih dari 10 gulung, pake 3 kombinasi warna. DAN BELOM SELESAI pulaak… *hiks

Ada lagi selimut saya yang sudah menggunakan lebih dari 10 gulung Katun Big Ply dan JUGA MASIH BELOM KELAR. #crap! Kenapa banyak banget? Karena, ukurannya beda dengan slimut saya yang di atas.

Doily

Doily berukuran kecil – sedang (kurang lebih 60 cm) saya bisa menghabiskan 2 gulung Soft Cotton. Doily berukuran besar, terus terang belom ada yang selesai, sejauh ini masih 3 gulung dan masih jauh pula perjalanannya hingga selesai.

Beanie

Beanie untuk bayi sampe umur 12 bulan, saya menghabiskan 1.5 gulung. Beanie dewasa dengan stitch single crochet atau double crochet habis 2 gulung Katun Big Ply, dan 1.5 gulung Soft Cotton.

Terus terang, saya belum berani mencantumkan berapa jumlah benang yang harus disediakan untuk membuat project pakaian. Sebab saya sama sekali belum banyak pengalamannya. Oke, katakanlah untuk celana bayi, usia 7 bulan, saya pernah menghabiskan 2 gulung benang. Namun, pastinya, untuk bayi usia lain, atau anak-anak atau juga dewasa, saya belum pernah. Mungkin ada dari pembaca yang bisa membantu melengkapi daftar ini? 🙂

signature

Leave a Comment

%d bloggers like this: