Crochet 101

Tentang Crochet Hooks

Crochet hook alias hakpen (sepertinya serapan dari Bahasa Belanda…) adalah salah satu peralatan WAJIB KUDU MESTI yang HARUS ada saat kita akan memulai crochet. Ibarat mo bikin nasi goreng tapi ga ada nasi… jadinya bisa mie goreng. Same thing: meng-crochet tanpa crochet hook, bisa aja jadinya knitting. Satu hal yang selalu bikin saya gatel dan mengerenyitkan jidat: plis…. crochet TIDAK SAMA DENGAN knitting. Karena satu dan lain hal, secara personal saya TIDAK mempelajari knitting dan lebih memperdalam crochet. Hehehe, it’s a personal preference. Faktor utama yang membedakan crochet dengan knitting adalah JARUM yang dipakai. Yang satu namanya crochet HOOK, yang satu namanya knitting NEEDLE. Di kehidupan sehari-hari, yang satu dikenal dengan haken (CROCHET), yang satu dikenal dengan breien (KNITTING) – keduanya adalah kata serapan dari Bahasa Belanda dan keduanya (dulu) identik dengan “sesuatu yang dikerjakan Oma-Oma“, suatu stigma yang jelas ga bisa diaplikasikan lagi di masa kini.

Banyak orang yang pengen mulai belajar crochet (BUKAN knitting) mengawali pembicaraan dengan saya menggunakan kalimat, “Apa aja nih, yang dibutuhkan?” Jawabannya adalah nomer satu: BENANG, dan nomer dua: HAKPEN, alias crochet hook. Dulu, saat saya pertama kali mulai belajar crochet adalah masa-masa MuLok di SMP, yang cuma terima instruksi dari bu Hesty. Saat saya memutuskan untuk memperdalam crochet (in my late twenties), saya menemukan banyak hal-hal baru, termasuk hakpen mana yang nyaman digunakan, dan mana yang tidak nyaman di tangan saya sendiri. Perjalanan menemukan kenyamanan ini tentunya memakan waktu lama dan melibatkan beberapa merk hakpen yang beredar di Indonesia. Sekarang, saya punya satu merk andalan yang ga akan pernah lepas dari tangan — sampe hook ukuran 5/6 udah mulai luntur warnanya. Hihihi. Kenapa kenyamanan ini penting?

  1. Jelas karena saya nggak mau pake hakpen yang sakit di tangan dari jari saat membuat suatu project. Ditambah lagi, saya menggunakan hakpen ini setiap hari.
  2. Buat saya pribadi, hubungan dan interaksi yang terjadi antara benang dan hakpen secara ethereal pun harus dipertimbangkan. Saya sama sekali ga suka pake hakpen yang terasa seret dan berat di benang. Buat saya, benang ga  pernah salah, tapi hakpen yang harus menyesuaikan dengan serat si benang.

Ada urusan penting tentang ukuran hakpen. Darlings, believe it or not: laen pabrik, laen ukuran standar. Sumpah, buwanyak biyanget merk jarum di dunia sana. Though, di Indonesia yang paling famous adalah Rose, Tulip, dan Clover. Yang mau saya bahas di sini adalah bahwa hakpen kadang ada yang satu ujung, ada yang dua ujung. Makanya ada penyebutan yang 3/0, 4/0, 5/0, dst. Artinya, jarum tsb hanya satu ujungnya. Kalo disebutkan 3/4, 5/6, dst, makaaaa.. ujungnyaaa…. yappp betul! DUA!! To be honest, saya lebih favorit yang ujungnya dua, karena sangat handy saat harus nyelip-nyelipin ekor benang. Ga perlu sibuk ganti jarum, cuma tinggal flip — taraah— jarumnya ukuran lain. Hehe. Again—– semua itu tergantung preferensinya….

Nah, berikut daftar konversi UKURAN HAKPEN TULIP CO. LTD ke dalam milimeter:

Leave a Comment

%d bloggers like this: