Crochet Pattern Crochet Tutorial

Reuse, Recycle: Crocheted Jar Covers

Sejak menyadari keuangan terbatas, harga barang-barang yang ditaksir mahal, ongkos serba naik, saya mulai menekuni bidang DIY alias do it yourself. Topik ini erat kaitannya dengan gerakan reuse and recycle yang sempet heboh di dunia beberapa tahun lalu. Well, it takes me not to have money to realise how useful junks can be. 
Pada posting tentang bracelet holder, saya membagi cara memanfaatkan kertas bekas supaya tidak dibuang (kasian pohon yang sudah berkorban….) dan jadi sia-sia. Kali ini, saya akan berbagi obsesi saya mengumpulkan wadah-wadah kosong, mulai dari kardus bekas berbagai ukuran, kantong plastik, dan toples selai/mayones/mustard/saos pasta. Darlings, semua barang yang dipajang di supermarket sumpah banyak gunanya. Daripada dibuang, belum tentu terdistribusikan untuk di recycle — lebih baik, kita recycle sendiri. [Efek habis menyelesaikan terjemahan tentang wastehouse]
Benda yang jadi objek siksaan crochet saya kali ini adalah: toples kaca bekas selai/mayones/mustard/saos pasta/dll. Barang yang hampir pasti dianggap sampah kalo sudah kosong ini, banyak gunanya untuk saya yang hobinya adalah craft. Misalnya, toples-toples itu saya ubah menjadi wadah kancing, handle tas, atau bahan-bahan perlengkapan craft lainnya. Khusus untuk kancing, saya sangat suka menggunakan wadah bekas Sambel Bu Rudy atau Boncabe (yang level 15, soalnya warnanya hitam, favorit saya).
Cuma butuh setengah jam untuk mengubah wadah-wadah telanjang itu menjadi cantik dan siap pajang. Berikut ini sedikit tutorial untuk membuatnya.
BAHAN:
1. Toples bekas, kali ini saya menggunakan bekas mayones merk Maestro. Ukuran toples macem-macem, dan bisa dimodifikasi ukuran covernya berdasarkan ukuran si toples, biar muat. Biar lebih cantik, stiker merk di depannya bisa dibersihkan dulu.

2. Gunting
3. Benang rajut – WARNA APAPUN, JENIS APAPUN, UKURAN APAPUN (ngga ada pertanyaan, “bagusnya pake benang apa?” lagi. Hahahaha). Sumpah, pake benang apapun cover ini bisa jadi kereeeen. Kali ini saya pake favorit saya, tentunyaaaaaaaaaaaaaaaa: Soft Cotton.
4. Hakpen – tentunya yang UKURANNYA SESUAI DENGAN BENANG yang dipake. Okeh? Karena pake soft cotton, saya pake hakpen Tulip 4/0.

 

Siap? 
1. Bikin magic circle, lalu chain 2, dan tambahkan 11 dc ke dalam magic circle, lalu tutup lingkarannya. 
2. Chain 2 dan 1 dc ke dalam stitch yang sama. Lanjutkan dengan membuat 2dc pada setiap stitch dari round 1.Tutup lingkarannya.
3. Chain 2 dan 1 dc ke dalam stitch yang sama. Lanjutkan dengan membuat 1dc pada satu stitch berikutnya. Ulangi pola 2dc, 1dc pada setiap stitch dari round 2, untuk memperbesar lingkaran.Tutup lingkarannya.

4. Chain 2 dan 1 dc ke dalam stitch yang sama. Lanjutkan dengan membuat 1dc pada dua stitch berikutnya. Ulangi pola 2dc, 1dc, 1dc pada setiap stitch dari round 3, untuk memperbesar lingkaran.Tutup lingkarannya.

5. Mulai pattern shell. Chain 2 dan 1 dc pada stitch yang sama. Ch1, 2dc masih pada stitch yang sama. Skip 3 stitch, lalu pada stitch ke-4, ulangi pola 2dc-ch1-2dc, skip 3 stitch lagi, lalu  2dc-ch1-2dc pada stitch berikutnya. Lanjutkan hingga lingkaran menutup. Mulai dari round ini, lingkaran yang kamu bikin sudah akan terlihat melengkung seperti mangkuk. Ini bukan kesalahan, karena memang seharusnya melengkung. Lanjoooot…. 🙂

6. Slip stitch ke ch-1 space. Chain 2-1dc-ch1-2dc di dalam ch-1 space tersebut. Ulangi pola shell 2dc-ch1-2dc ke dalam setiap ch-1 space sampai lingkaran tertutup.

7. Ulangi terus langkah di round 6 sampai kamu menghasilkan bentuk silinder yang sesuai dengan tinggi badan toples. Sambil mengcrochet boleh juga sambil ngepasin ukurannya sama si toples. Pola berulang ini akan memantapkan bentuk silindernya, seperti pada foto ini.

8. Kalo sudah sampai pada tinggi silinder yang dipengenin, tutup round terakhir kamu dengan slip stitch. Habis dislip stitch, bikin chain 2 kali, lalu gunting benangnya (jangan panjang2….) Tarik ekor benang agar chain 2 terakhir itu mengunci. AMAN. Lalu, pasanglah cover itu di badan si toples dan kagumi lah hasil karyamu.

TADAAAA… jadi deh, tempat hakpen. Gratis, ga pake beli, ga pake duit, dan hakpen terawat rapi, tanpa hilang-hilang. Hehehe. Bisa juga loh, dimanfaatkan jadi vas bunga, tempat pensil, dll., sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan kamu. 🙂 Gampang toch?

Selamat mencoba!

Leave a Comment